- Site Investigation Survey (SIS) merupakan proyek penting yang telah dilaksanakan di 31 lokasi di Kabupaten Lanny Jaya, Papua , serta beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Proyek ini adalah hasil kolaborasi dengan firma atau kontraktor telekomunikasi swasta, bertujuan untuk merencanakan pembangunan tower telekomunikasi di kawasan Indonesia Timur, khususnya daerah pedalaman yang masih minim akses sinyal telekomunikasi. Survei ini sangat krusial dalam menentukan lokasi yang tepat untuk penempatan infrastruktur telekomunikasi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti topografi, kondisi tanah, aksesibilitas, dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui proyek ini, diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital di wilayah terpencil, meningkatkan konektivitas, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan layanan yang lebih baik. Upaya ini mencerminkan komitmen untuk memajukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah yang selama ini tertinggal, sejalan dengan visi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

- Riset Socio-Cultural Flores NTT yang dilakukan oleh Wana Wanua merupakan proyek mandiri yang bertujuan mengeksplorasi wilayah pedalaman Flores, Nusa Tenggara Timur. Fokus utama riset ini adalah menggali dan mengangkat potensi budaya serta kehidupan sosial masyarakat di lima desa adat terpilih. Lokasi penelitian meliputi Kampung Adat Desa Melo, Kampung Cecer Desa Liang Ndara, Kampung Adat Desa Waerebo, Kampung Adat Desa Todo, dan Kampung Adat Desa Ruteng Pu’u. Melalui pendekatan etnografis, tim peneliti Wana Wanua berupaya memahami secara mendalam kearifan lokal, tradisi, sistem sosial, dan berbagai aspek budaya yang masih terjaga di kelima desa adat tersebut. Riset ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi pengembangan yang dapat memberdayakan masyarakat setempat sambil tetap melestarikan nilai-nilai budaya mereka. Hasil dari riset ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi berharga bagi pemangku kepentingan, akademisi, dan masyarakat luas tentang kekayaan budaya Flores. Lebih jauh, temuan riset berpotensi menjadi dasar untuk pengembangan program pelestarian budaya, ekowisata berbasis masyarakat, atau inisiatif pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kearifan lokal di wilayah tersebut.

Gambar : Lokasi Riset di Manggarai, NTT, Indonesia
3. Asesmen Manfaat Ganda Mangrove di Nusa Lembongan, Bali-Mengungkapkan hubungan yang erat antara lingkungan dan budaya setempat. Dari segi lingkungan, hutan mangrove berperan vital dalam melindungi garis pantai dari erosi, menyediakan habitat bagi beragam spesies laut dan burung, serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Sementara itu, dari perspektif budaya, mangrove memiliki nilai yang tak kalah penting. Ekosistem ini terkait erat dengan kepercayaan lokal dan praktik tradisional masyarakat Bali, menjadi sumber mata pencaharian melalui kegiatan perikanan dan ekowisata, serta berperan dalam membentuk identitas budaya masyarakat pesisir. Asesmen ini menekankan bahwa upaya pelestarian mangrove bukan hanya krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga untuk mempertahankan warisan budaya dan mendukung perekonomian masyarakat Nusa Lembongan. Dengan demikian, pendekatan manfaat ganda ini menunjukkan pentingnya menjaga keselarasan antara pelestarian alam dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.1
4. Literasi Media-Jawa Timur Berkembang sebagai salah satu program Wana Wanua dalam konteks peliputan event budaya tradisional, pengenalan lingkungan dan kegiatan sosial lainnya. Upaya ini mencerminkan peningkatan kesadaran akan pentingnya dokumentasi dan penyebaran informasi tentang kekayaan budaya dan kearifan lokal. Peliputan event yang telah dilaksanakan adalah
- Sedekah Bumi Kelurahan Prigen
- Nyadnya Kasada Masyarakat Tengger Bromo
- Petik Laut Mlaten, Nguling Pasuruan
Melalui peliputan ini, program media literasi berperan dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya, sekaligus mendidik masyarakat luas tentang keanekaragaman tradisi di Jawa Timur. Literasi media dalam konteks ini tidak hanya melibatkan kemampuan untuk mengakses dan memahami informasi, tetapi juga kemampuan untuk mengapresiasi nilai-nilai budaya yang disampaikan melalui berbagai platform media. Perkembangan teknologi informasi juga telah memungkinkan penyebaran konten budaya ini melalui media sosial dan platform digital lainnya, memperluas jangkauan dan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan budaya tradisional.
5. Pengembangan Masyarakat Pesisir Pasuruan Jawa Timur-Terfokus pada pemberdayaan nelayan dan ibu-ibu pengolah ikan. Program ini meningkatkan keterampilan nelayan dalam teknik penangkapan ikan yang efisien dan berkelanjutan, sementara memberdayakan ibu-ibu melalui pelatihan pengolahan dan pemasaran produk ikan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga nelayan, menciptakan lapangan kerja bagi perempuan, dan menambah nilai ekonomi hasil tangkapan. Dengan menggabungkan peningkatan kapasitas nelayan dan pemberdayaan perempuan, program ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi pesisir Jawa Timur secara keseluruhan, sambil mempromosikan kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi lokal.





