Metode Pendekatan

Pendekatan yang kami gunakan dalam ruang lingkup kerja, kami sesuaikan dengan program yang diterapkan dalam Wana wanua.

Foto: Masyarakat di Lanny Jaya, Papua

  1. Riset dan Asesmen
    Melakukan kajian mendalam terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan komunitas. Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam melakukan riset dan asesmen. Pendekatan ini disesuaikan kebutuhan dan tujuan riset dan asesmen tersebut. Dalam metode kualitatif kami mencoba menggali informasi mendalam dan detail melalui key persons yang dapat menggambarkan kondisi sesuai dengan tema riset dan asesmen. Sedangkan dalam penggunaan metode kuantitatif, kami mengumpulkan data dalam jumlah yang sesuai dan terukur untuk kemudian dianalisa lebih lanjut.
  2. Pengembangan Masyarakat
    Pendekatan yang kami gunakan dalam program pengembangan masyarakat adalah:
    • Theory of Changemelalui eksplorasi hubungan antara aktivitas, hasil, dan konteks menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana sebuah perubahan yang diinginkan terjadi atas suatu kondisi tertentu
    • The Golden Triangle – penekan terhadap pentingnya keseimbangan tiga elemen kunci dari setiap bisnis yang sukses yaitu manusia, proses, dan teknologi.
    • Capacity Building – peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan (skills), sikap (attitude) dan perilaku (behaviour).
    • Participatory Development – Melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program
    • Collaborative Implementation – Bekerja sama dengan stakeholder lokal, pemerintah, dan organisasi lain
    • Monitoring and Evaluation – Memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak positif
    • Sustainibility – Membangun kapasitas lokal agar program dapat berkelanjutan setelah pendampingan